header-int

Moh. Nor Afandi, Dosen FTIK yang Terpilih Sebagai Ketua Umum IDTBPNS

Jumat, 15 Jan 2021, 15:59:19 WIB - 397 View
Share
Moh. Nor Afandi, Dosen FTIK yang Terpilih Sebagai Ketua Umum IDTBPNS

Moh. Nor Afandi, salah satu dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Jember, menorehkan prestasi membanggakan. Dia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Ikatan Dosen Tetap Bukan PNS (IDTBPNS), pada konsolidasi nasional yang dilaksanakan secara virual Rabu (13/1/21). Pria kelahiran Bondowoso 29 April 1981 ini menggantikan Muhammad Habibi dari IAIN Kerinci.

“Secara pribadi saya tidak menyangka akan ditunjuk sebagai Ketua Umum masa bakti 2021-2023. Saya tidak melakukan manuver apapun. Yang jelas, ini merupakan amanah yang harus saya tunaikan dengan sebaik-baiknya,” ungkap alumni STAIN Jember ini.  
Afandi mengaku, agenda terdekat yang segera diselesaikan adalah melengkapi kepengurusan mulai dari pengurus pusat, koordinator zona, hingga pengurus tingkat kampus. Pengurus pusat dan koordinator zona ditentukan oleh sembilan Tim Formatur.  

Kesembilan tim formatur itu adalah Muhammad Habibi (IAIN Kerinci), Moh Nur Afandi (IAIN Jember) Ibnu Hajar (UIN Makassar), Ubaidillah (IAIN Purworkerto), Ahmad Zayyadi (IAIN Purwokerto), Ahmad Faidi (IAIN Madura), Muhtarom (IAIN Palembang), Ali Hasan (IAIN Jember), Adi Cahyadi (UIN Jakarta).

Selain itu, menurut Mantan Ketua PMII Komisariat IAIN Jember ini, dirinya akan melakukan advokasi kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tanpa tes dan pemenuhan hak-hak DTBPNS sesuai PMA No. 3 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Dosen Tetap Bukan Pegawai Negeri Sipil Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri dan Dosen Tetap Perguruan Tinggi Keagamaan Swasta.

“Kedudukan hukum dan perlindungan hukum terhadap dosen dengan status Dosen Tetap Bukan Pegawai Negeri Sipil setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara tidak mendapatkan kepastian hukum.  Dalam undang-undang tersebut, pegawai Aparatur Sipil Negara terdiri dari PNS dan PPPK,” katanya desang serius. 
“PPPK ini adalah hal baru dalam sistem kepegawaian di Indonesia, karena menggunakan perjanjian kerja untuk melaksanakan tugas pemerintahan. Jika Dosen Tetap Bukan PNS dan PPPK dibandingkan, ada persamaan mendasar sehingga Dosen Tetap bukan PNS dapat dikategorikan sebagai PPPK,” tambah alumni PP Nurul Islam Ponjogati Bondowoso dan PP Zainul hasan Genggong Probolinggo ini.

Wakil Ketua Lesbumi PCNU Jember ini berharap adanya kejelasan kedudukan hukum. “Kejelasan kedudukan ini dapat memberikan perlindungan hukum yang lebih baik kepada Dosen Tetap Bukan PNS. Perlu ada kepastian mengangkat Dosen Tetap Bukan PNS menjadi PNS dengan berharap ada regulasi yang menaunginya, atau mengangkat kami menjadi PPPK tanpa tes dengan rasio pengabdian,” pungkas kandidat doktor PAI di Universitas Muhammadiyah Malang ini. (Abdul Karim).

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2021 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube